Kearifan dalam Memilih Cara Bersedekah

17 Jul 2014

Ramadan merupakan bulan penuh hukmah dan kenikmatan. Kehadiran Ramadan juga laksana air yangturun dari langit untuk menghidupkan bumi setelah matinya. Ramadan juga ibarat air kehidupan yang sangat ditunggu umat Islam yang merasa kekurangan bekal untuk meraih kebahagiaan akherat. Di bulan inilah Allah memberikan kasih sayangnya yang luar biasa dengan besarnya ampunan dan pahalan yang tak ada habisnya.

sedekah

Pada bulan istimewa ini kita juga mempunyai banyak sekali kesempatan melaksanakan berbagai jenis ibadah yang dapat kita lakukan untuk menambah pahala dan amalan. Salah satu amalan yang juga akan mendapat imbalan pahala yang tak terkira dalah sedekah.

Sedekah, seperti dikutp dari Wikipedia, merupakan pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Dalam pengertian ini, pemberian bukan hanya berupa uang atau benda fisik,namun juga mencakup hal apapun, termasuk memberikan senyuman juga bisa dikatakan sebagai sedekah, seperti ungkapan hadits.

Sedekah pengertiannya lebih luas dibandingkan zakat dan infaq dimana dua hal ini telah diatur jumlah, bentuk, maupun waktunya. Karena itulah dengan batasan yang amat fleksibel, akan memberikan kebebasan kepada setiap orang orang untuk memberikan sedekah. Makin banyak sedekahdiberikan tentunya akan semakin memperbesar pula pahala yang akan diperolehnya. Tentunya jika niatnya juga tulus dan ikhlas karena Allah semata.

Memilih Cara Bersedekah

Meskipun sedekah merupakan salah satu keutamaan di bulan Ramadan, apakah memberikan uang sedekah kepada orang yangmembutuhkjan dapat dilakukan semau kita? Pernah saya dibuat kaget dengan adanya sebuah poster besar yang dipasang di sebuth perempatan jalan rya dekat rumah. Baliho yang ditegakkan dengan besi tunggal itu menyerukan agar kita tidak sembarangan memberikan sedekah kepada pengemis atau remaja yang senang menengadahkan tangan di jalan-jalan atau diperempatan lampu merah. Kabarnya agar jalan raya tidak makin penuh oleh pengemis. Kenapa ada seruan semacam ini, padahal kan sedekah itu amalan yang baik?

Ramadan memang bulan penuh berkah. Hal itu pula yang disadari para pengemis untuk menyerbu berbakai kawasan dimana banyak orang kaya dan memiliki kemampuan lebih untuk mendapatkan sedekah. Berbagai masjid dan tempat penyelenggaraan sholat taraweh pun sellau dipenuhi dengan pengemis. Jakarta pun terkenal selalu mendapat serbuan dari banyaknya pengemis yang datang terutama saat sholat Ied.

Yang menarik, tak sedikit dari pengemis yang meminta-minta sedekah itu adalah benar benar orangmiskin yang perlu dibantu. Tak sedikti pul adari mereka yang telah menjadikan pengemis sebagai profesi. Saya beberapa perneh memergoki sebuah pick up bukaan yang tengah menurunkan sejumalh pengemis di suatu daerah di Yogyakarta. Ini fakta, dan pengemis telah menjadi problem tersendiri yang belum mampu dituntaskan hingga sekarang.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana cara bersedkah yang baik sesuai syariah Islam namun juga mampu turut mengatasi problem social secara nyata?

Pertanyaan semacam ini bukanlah hal yang mudah dijawab, meskipun juga telah menjadi problem klasik yang selalu saja muncul. Namun saya pernah mendengar ada ustadz yang perngatakan bahwa kejahatan yang terorganisir akan mampu mengalahkan kebaikan yang tak terkoordinasikan. Kalau tidak salah itu juga mengutip hadits yang saya lupa sumbernya.

Karena itu, jika kita ingin sedekah yang kita berikan buklan saja sekedar mendapat pahala namun juga memberikan hasil danmanfaat yang nyata, kenapa kita tidak menyerahkannya kepada lembaga amil zakat, infaq dan sedekah yang terbukti mempunyai reputasi yang baik. Sayangnya, kita sering terjebak pada kondisi yang ingin memberikan sedekah untuk memenuhi kebutuhan kepuasan kita.

“Ngapain memberikan sumbangan harus lewat lembaga amil, terlalu birokratis. Lagian kalau ngasih sedekah ke orang miskin secara langsung terasa lebih memuaskan hati saya,” begitu komentar yang sering kita dengar. Wallahu alam bissawab…


TAGS ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me